Jangan Memilih Aq

Terenggut hatiku terpanah asmara
sedih suka sirna sudah
bila kau jadi milikku

Memang lukaku belum sembuh semua
juga dukaku belum sirna semua

reff :
Jangan memilih aku
bila kau tak sanggup setia
kau tak mengerti aku
diriku yang pernah terluka

Jangan memilih aku
bila kau tak sanggup setia
kau tak mengerti aku
diriku yang pernah terluka
cinta

Ku pernah terluka

Hasrat ini mau hati
tak mau pisah darimu

back to reff

Diriku yang pernah terluka
cinta

Jangan memilih aku
Jangan memilih aku…

Renungan untuk Qt Bersama…


Suatu ketika, ada seorang anak laki-laki yang bersifat pemarah. Untuk mengurangi kebiasaan marah sang anak, ayahnya memberikan sekantong paku dan mengatakan pada anak itu untuk memakukan sebuah paku di pagar belakang setiap kali dia marah……..

Hari pertama anak itu telah memakukan 48 paku ke pagar setiap kali dia marah……. Lalu secara bertahap jumlah itu berkurang. Dia mendapati bahwa ternyata lebih mudah menahan amarahnya daripada memakukan paku ke pagar.

Akhirnya tibalah hari dimana  anak tersebut merasa sama sekali bisa mengendalikan amarahnya dan tidak cepat kehilangan kesabarannya. Dia memberitahukan hal ini kepada sang ayah, yang kemudian mengusulkan agar dia mencabut satu paku untuk setiap hari dimana dia tidak marah.

Hari-hari berlalu dan anak laki-laki itu akhirnya memberitahu ayahnya bahwa semua paku telah tercabut olehnya. Lalu sang ayah menuntun anaknya ke pagar. “Hmmm, kamu telah berhasil dengan baik ankkau, tapi lihatlah lubang-lubang dip agar ini. Pagar ini tidak akan pernah bisa sama seperti sebelumnya. Ketika kamu mengatakan sesuatu dalam kemarahan. Kata-kata kamu meninggalkan bekas seperti lubang ini….di hati orang lain.

Kamu dapat menusukkan pisau pada seseorang, lalu mencabut pisau itu…. Tetapi tidak peduli beberapa kali kamu minta maaf, luka itu akan tetap ada, dan luka karena kata-kata adalah sama buruknya dengan luka fisik.

Tersenyumlah Untuk Hidup

Ubahlah Gubukmu menjadi istana

Dan pintallah pakaianmu dirumahmu yang sederhana

Bukan di istanamu yang megah

Manakala anda tersenyum meskipun hati anda penuh dengan kesusahan, berarti anda meringankan beban penderitaan anda sendiri dan membukakan bagi diri anda pintu keluar dari kesedihan anda.

Jangan ragu untuk tersenyum. Sesungguhnya dalam diri anda terkandung potensi yang berlimpah untuk tersenyum. Oleh karena itu, janganlah anda menyembunyikannya. Kalau demikian, berarti anda menyekap diri sendiri di dalam rumah kaca siksaan dan kepedihan. Sesungguhnya tiada ruginya bagi anda untuk tersenyum dan bicara bersama orang lain dengan bahasa manis. Alangkah indahnya bibir kita bila bicara dengan bahasa senyum!

Sthepen Gazzel mengatakan: “senyuman adalah suatu keharusan dalam bermasyarakat.” Ada benarnya apa yang telah dikatakannya itu, karena bila anda ingin bergaul dengan orang lain, anda harus bersikap baik dengan mereka. Anda harus menyadari bahwa kehidupan bersosial menuntut anda untuk pandai membawa diri dan menyesuaikannya dengan keadaan. Di antara kepandaian itu ialah murah senyum. Karena semua orang pasti senang dengan senyuman. Manakala anda tersenyum dihadapan orang lain, berarti anda memberikan kepada mereka gambaran yang indah tentang hidup ini dan menumbuhkan jiwa yang optimistis dalam diri mereka serta menggembirakan mereka dengan harapan yang paling indah. Akan tetapi, bila anda  hadapi orang lain dengan wajah yang menyiratkan makna tiada kasih sayang, berarti anda menyiksa mereka dengan penampilan anda dan akan menimbulkan kesan yang keruh dalam kehidupan mereka. Apakah anda rela bila diri anda menjadi penyebab bagi kesedihan orang lain?????

Pencerahan

Sesungguhnya kemuliaan itu

Hanya diberikan kepada mereka

Yang selalu mendambakannya dengan penuh kesabaran

Hindari Kelalaian

Jangan Biarkan putus asa menguasai diri,

Saat musibah datang menimpa,

Karena kesulitan itu pasti akan berlalu

Hindarilah kelalaian! Kelalaian timbul karena enggan melakukan dzikir, meninggalkan shalat, berpaling dari membaca Al-qur’an, dan tidak mau mendatangi pengajian dan ceramah agama yang bermanfaat. Berikutnya yang bersangkutan akan menjadi keras dan terkunci mati hatinya. Ai tidak akan lagi mengenal kebajikan., tidak mengingkari kemungkaran, dan tidak memahami masalah agama sedikitpun. Sehingga jadilah seorang yang berperangai keras, mudah sedih, gampang keruh, dan mudah putus asa. Ini adalah akibat yang ditimbulkan oleh kelalaian di dunia, maka bagaimana keadaannya nanti diakhirat???

Oleh karena itu, jauhilah semua penyebab kelalaian tadi. Ingatlah Allah, jangan lupakan Dia. Biarkanlah bibir anda selalu basah karena berdzikir kepada Allah, bertasbih, bertahlil, bertakbir, bertahmid, beristighfar, dan membaca shalawat untuk rasulNya disetiap waktu dan tempat, baik anda dalam keadaan berdiri, duduk, maupun berbaring  pada lambung anda. Maka pada saat itulah anda baru dapat menemukan kebahagiaan dan diri anda akan diliputi oleh ketenangan sebagaimana yang disebutkan dalam firman-Nya:

“ketahuilah, dengan mengingat Allah, hati menjadi tenang.” (QS.13:28)

Pencerahan

Jangan menunggu bahagia untuk tersenyum,

Tetapi tersenyumlah untuk bahagia

Kiat menjadi wanita paling Anggun di dunia

Semua kejadian, betapapun parahnya,

Pasti berhubungan langsung dengan kelapangan

Dalam waktu yang dekat

Anda, dengan kecantikan yang anda miliki, lebih anggun dari pada mentari. Anda, dengan akhlak yang anda miliki, lebih harum daripada kesturi. Anda, dengan kerendahdirian yang anda miliki, lebih tinggi daripada rembulan. Anda, dengan sifat keibuan yang anda miliki, lebih menyegarkan dari hujan. Oleh karena itu, peliharalah kecantikan itu dengan iman, peliharalah keridhaan itu dengab sikap qanna’ah; dan peliharalah kesucian diri itu dengan hijab.

Ketahuilah, bahwa perhiasan anda bukan terletak pada emas dan perak dan bukan pula pada berlian yang anda kenakan, melainkan pada dua raka’at dipenghujung malam, kehausan ditengah hari yang terik sebab puasa karena Allah, shadaqah yang tersembunyi tanpa ada yang mengetahuinya selain Allah, air mata hangat yang membersihkan dosa, sujud yang lama diatas hamparan sajadah, dan rasa malu kepada Allah saat dorongan kejahatan dan rayuan setan datang menggoda.

Jadikanlah taqwa itu bak pakaian anda, niscaya anda akan menjadi wanita yang tercantik di sunia meskipun pakaian anda tambal sulam. Jadikanlah rasa malu sebagai baju kurung anda, niscaya anda menjadi wanita yang paling anggun didunia meskipun anda tidak beralas kaki. Hindarilah oleh anda pola hidup seperti yang dilakukan  oleh wanita-wanita fasiq dan nonmuslim, yang suka memperlihatkan daya tariknya untuk memikat lawan jenis dan menjadikan tubuhnya sebagai komoditi kaum pria tanpa mengindahkan norma-norma susila, karena sesungguhnya mereka adalah bahan bakar neraka Jahannam. “tiada yang memasukinya, kecuali orang yang paling celaka.” (QS. 92: 15)

Pencerahan

Disetiap bagian dari kehidupan anda

Pasti akan ditemui sisi yang gelap

Tiada lain bagi anda untuk menanggulanginya,

Kecuali dengan menyalakan pelita dalam diri anda sendiri

The MAN WHO LOVED BOOK TO MUCH

SINOPSIS

Apa yang
sanggup kaulakukan demi cintamu pada buku?

Bagi John
Charles Gilkey, jawabannya: masuk penjara.

Gilkey, si pencuri
buku yang tak pernah bertobat, telah mencuri buku-buku langka dari seluruh
penjuru negeri. Namun, tak seperti kebanyakan pencuri yang mencuri demi
keuntungan, Gilkey mencuri demi cinta: cinta pada buku. Barangkali, sama
obsesifnya dengan Gilkey adalah Ken Sanders, seseorang yang menyebut dirinya “bibliodick”
(penjual buku yang merangkap sebagai detektif) dan sangat ingin menangkap si
pencuri. Sanders—seumur hidup menjadi kolektor dan penjual buku langka berubah
menjadi detektif amatir—tak akan berhenti memburu si pencuri yang mengacaukan
perdagangannya.

Mengikuti kedua karakter eksentrik ini,
jurnalis Allison Hoover Bartlett terjun ke dalam gairah dunia buku yang fanatis,
hingga akhirnya mendapati dirinya terjebak di antara orang-orang yang tertarik
menemukan harta kekayaan yang dicuri Gilkey dan seorang lelaki yang ingin tetap
menyembunyikan harta kekayaan itu: sang pencuri itu sendiri. Dengan perpaduan
ketegangan, wawasan, dan humor, Bartlett merangkai permainan kejar-kejaran ala
kucing dan tikus menjadi narasi yang sangat memukau dan memacu adrenalin: tidak
saja menunjukkan bagaimana Gilkey melakukan kejahatannya dan bagaimana Sanders
akhirnya menangkapnya, tapi juga mengeksplorasi romansa buku, keinginan untuk
mengoleksinya, dan godaan untuk mencurinya. Semua kolektor punya cerita tentang
bagaimana mereka bisa jatuh cinta pada buku, begitu juga dengan Gilkey dan
Sanders. Dan, Bartlett meletakkan cerita mereka ke dalam konteks yang lebih
besar dari gairah terhadap buku, pengoleksian, dan pencurian selama
berabad-abad.

Mengantarkan pembaca ke dalam dunia obsesi kesusastraan yang luas dan kaya,
The Man Who Loved Books Too Much menunjukkan peran besar buku dalam
kehidupan kita, penghormatan yang menjadikan buku-buku itu tetap dipertahankan,
dan keinginan yang membuat sebagian orang mempertaruhkan apa saja demi memiliki
buku yang mereka sukai.

ENDORSEMENT

“Buku ini mengejutkan saya. Saya
membaca paragraf pertama dan langsung terserap. Narasinya memukau….”

—Erik Larson,
penulis laris The Devil in the White City

“John Gilkey ingin memiliki
perpustakaan orang kaya dengan cara paling buruk: mencuri. The Man Who Loved
Books Too Much adalah kisah memikat mengenai seniman penipu yang gila dan
tentang tipuan-kartu- kreditnya. Buku ini juga merupakan perenungan akan
pentingnya mengoleksi buku dan pengenalan yang dahsyat ke dunia para penjual
buku antik.”

—Michael Dirda,
kritikus buku pemenang Pulitzer Prize dan penulis
Classics for Pleasure

“Allison Hoover Bartlett menulis buku
yang sangat cermat dan menarik tentang seorang pencuri buku dan sang detektif
gigih yang mengikutinya selama bertahun-tahun dan akhirnya berhasil menangkap
sang pencuri. Buku ini lebih menarik lagi khususnya bagi mereka yang menjual
buku-buku kuno, yang berutang banyak pada kegigihan Ken Sanders. Bacaan yang
bagus.”

—Larry McMurtry,
penulis bestseller Books: A Memoir dan pemenang Pulitser Prize
Lonesome Dove

“Dengan detail yang amat teliti, humor
jenaka, dan plot yang menggetarkan, narasi Bartlett menarik saya jauh ke dunia
obsesif seorang pencuri buku dan sang pengedar buku yang akan menghentikannya.
Buku ini adalah eksplorasi yang memukau tentang mengapa orang begitu mencintai
buku. Jika Anda menyukai The Orchid Thief, Anda akan menyukai The Man
Who Loved Books Too Much.”

—Julia Flynn Siler,
penulis The House of Mondavi

“Cerita Bartlett mengenai intrik
sastra membuat Anda jatuh cinta lagi dan lagi pada buku. Dari deskripsinya yang
memukau mengenai manuskrip-manuskrip hingga penggambarannya tentang seorang
lelaki yang terobsesi terlalu jauh, kisah dalam buku ini akan membuat Anda
berhasrat membaca lebih banyak lagi.”

—Julia Scheeres,
penulis Jesus Land

“Dalam bacaan
hebat mengenai obsesi seorang kolektor yang salah arah, Bartlett memberi kita
kilasan-kilasan menarik berbagai buku langka dunia, pikiran kriminal dan
batasan-batasan keterlibatan jurnalistik. Siapa pun yang tak bisa menahan diri
untuk masuk ke toko buku-bekas ketika lewat di depannya akan menyukai buku ini.”

—Lynn
H. Nicholas,
penulis The Rape of Europa

“Sebuah perjalanan menarik ke dunia
obsesif yang aneh di mana kecintaan pada buku kadang-kadang bisa menjadi daya
tarik yang fatal.”

—Simon Worrall,
penulis The Poet and the Murderer

PENULIS

Allison Hoover Bartlett telah menulis
dalam berbagai topik, termasuk mengenai perjalanan, seni, ilmu pengetahuan dan
pendidikan, untuk New York Times,
Washington Post, Salon.com, San
Francisco Chronicle Magazine, San Francisco Magazine,
dan media-media lainnya. Artikelnya mengenai John Gilkey dimasukkan dalam
Best American Crime Reporting 2007.

Bartlett adalah seorang anggota pendiri kelompok menulis
North 24th dan bekerja di

San Francisco Writers’ Grotto, sebuah studio kolektif.
Bartlett menyandang B.A. dalam sastra Inggris dari UC Santa Barbara dan tinggal
di San Francisco bersama suami dan kedua anaknya.

DATA BUKU

Judul
: THE MAN WHO LOVED BOOKS TOO MUCH

Penulis           : Allison Hoover
Bartlett

Penerjemah    : Lulu Fitri Rahman

Editor             : Indradya Susanto
Putra

Genre             : Kisah Nyata

Penerbit         : Alvabet

Cetakan          : I, April 2010

Ukuran            : 13 x 20 cm
(plus flap 8 cm)

Tebal              : 300-an halaman

ISBN                :
978-979-3064- 81-9

Harga              : Rp. 59.900,-

Merenunglah sejenak untuk menanyai diri sendiri dengan sejujurnya

Sesungguhnya allah senantiasa bersama

Dengan  orang-orang yang bertaqwa

Dan orang-orang yang berbuat baik

Merenunglah sejenak untuk menanyai diri sendiri dengan sejujurnya

Rasa lapar dapat diusir dengan roti kering,

Maka mengapa aku harus banyak menyesal dan ragu

Ajukanlah kepada diri kita sendiri beberapa pertanyaan berikut dan jawablah dengan parameter ratio yang sehat.

Sadarkah kita bahwa kita akan melakukan perjalanan tanpa kembali lagi? Apakah kita telah membuat persiapan untuk menyambutnya??

Sudahkah kita membekali diri kita dalam dunia yang fana ini dengan berbagai amal shaleh untuk menghibur keterasingan kita di alam kubur nanti?

Berapakah usia kita sekarang dan berapa lama lagikah kita akan hidup? Sadarkah kita bahwa tiap-tiap sesuatu itu ada permulaan dan kesudahannya, dan bahwa kesudahan yang akan kita alami adalah surga atau neraka?

Pernahkah kita membayangkan bahwa para malaikat turun dari langit untuk mencabut nyawa kita, sedang kita dalam keadaan lagi sia-sia?

Pernahkah kita membayangkan selama hidup kita terjadinya hari itu dan detik-detik terakhir hidup kita, saat kita berpisah dengan sanak dan keluarga, saat kita berpisah dengan orang-orang yang kita kasihi dan teman-teman kita? Sesungguhnya maut datang kepada kita dengan membawa sekarat, kekerasan pencabutan nyawa, dan segala penderitaannya. Sesungguhnya saat itu adalah hari kematian kita, saat kita menghadapi kematian.

Sesudah ruh kita berpisah dari tubuhnya, dibawalah jenazah kita ketempat pemandian mayat, lalu kita dimandikan dan dikafani. Sesudah itu jenazah kita dibawa kemasjid untuk dishalatkan, kemudian jenazah kita dipanggul diatas pundak beberapa orang lelaki…untuk dibawa kemana???

Tentunya dibawa kekuburan, yaitu sebagai permulaan dari tahapan hari akhirat. Selanjutnya, adakalanya tempat peristrihatan kita berubah menjadi salah satu taman dari taman-taman surga atau berubah menjadi salah satu dari jurang diantara jurang-jurang neraka.

Hanya wanita bahagialah yang dapat membahagiakan orang-orang disekitarnya

Engkau tetap seseorang yang bersebutan tinggi,

Baik saat hidup maupun sudah tiada

Engkau benar-benar salah satu mukjizat

Oryzon Sweat mengatakan: “ Beruntunglah Napoleon Bonaparte karena dia memilih Putri Yosephine menjadi temen hidupnya sebelum menjabat sebagai panglima tertinggi dan menghadapi berbagai macam tantangan ekspansi penaklukan. Yosephine dengan tutur katanya yang lembut dan kepribadiannya yang manis, ternyata mempunyai pengaruh yang lebih memikat dalam menghasilkan dukungan bagi suaminya dari para bawahannya ketimbang ketulusan pengabdian puluhan lelaki. Dia menebar kebahagiaan kepada orang-orang yang berada disekitarnya. Dia tidak pernah menggunakan kata-kata perintah secara langsung hingga dengan pelayan sekalipun.

Yosephine menjelaskan sikapnya ini dengan keterangan yang indah saat ia bertutur kepada salah seorang teman wanitanya: “ aku tidak pernah menggunakan ungkapan ‘aku ingin’, melainkan hanya dalam satu kesempatan, yaitu saat aku katakan ‘ aku ingin agar semua orang yang ada disekitarku bahagia.’” Seorang penyair Inggris seakan-akan menujukan pujiannya kepada Yosephine saat mengatakan: “ sesungguhnya suatu pagi hari yang bahagia lagi cerah dia berlalu disebuah jalan, maka menebarlah kemuliaan pagi hari itu sepanjang siang harinya.”

Pada kenyataannya, wahai temanku, sifat yang lembut itu dapat menebar kebahagiaan dikalangan kita dan juga orang-orang yang ada disekitar kita sehingga benda mati pun dapat merasakannya. Sikap yang lembut merupakan keindahan normatif  yang tiada batasannya. Kalau diumpamakan dengan lelaki, ia akan mempunyai kedudukan yang sama dengan fungsi kecantikan bagi wanita. Adapun sifat lembut bagi wanita sendiri, maka ia akan menambah kecantikannya menjadi berlipat ganda.

Pencerahan

Kebahagiaan bukanlah sejenis sulap

Sekiranya seperti itu keadaannya,

Niscaya tiada harganya

TAUSYIAH HARI INI: “SEPUCUK SURAT DARI GAZA”

Untuk saudaraku di Indonesia

Saya tidak tahu, mengapa saya harus menulis dan mengirim surat ini untuk kalian di Indonesia,,??? namun , jika kalian tetap bertanya kepadaku, kenapa…? Mungkin satu-satunya jawaban yang saya miliki Adalah karena Negeri kalian berpenduduk muslim Terbanyak di punggung bumi ini,,,,bukan demikian saudaraku??? disaat saya menunaikan ibadah haji beberapa tahun silam, ketika pulang dari melempar jumrah Saya sempat berkenalan dengan salah seorang “aktivis da’wah” dari Jama’ah haji asal Indonesia, dia mengatakan kepadaku,”setiap tahun musim haji, ada sekitar 205 ribu jama’ah haji ber asal dari Indonesia datang ke Baitullah ini…!!!”. Wah,,,,sungguh jumlah angka yang sangat fantastis & membuat saya berdecak kagum, Lalu saya mengatakan kepadanya, “sauadaraku,,,,jika jumlah jama’ah Haji asal GAZA sejak tahun 1987 Sampai sekarang di gabung,,itu belum bisa menyamai jumlah jama’ah haji Dari negeri kalian dalam satu musim haji saja”. Padahal jarak tempat kami ke Baitullah lebih dekat di banding kalian yah… Wah….wah…pasti uang kalian sangat banyak yah, apalagi menurut sahabatku itu ada 5 % dari rombongan tersebut yang menunaikan ibadah haji untuk yang kedua kalinya,,,Subhanallah.

Wahai saudaraku di Indonesia

Pernah saya berkhayal dalam hati,,kenapa saya & kami yang ada di GAZA ini Tidak dilahirkan di negeri kalian saja. Wah….pasti sangat indah dan mengagumkan yah. Negeri kalian aman, kaya dan subur, setidaknya itu yang saya ketahui Tentang negeri kalian. Pasti para ibu-ibu disana amat mudah Menyusui bayi-bayinya, susu formula bayi pasti dengan mudah kalian dapatkan di toko-toko & para wanita hamil kalian mungkin dengan mudah bersalin di rumah sakit yang mereka inginkan. Ini…yang membuatku iri kepadamu saudaraku Tidak seperti di negeri kami ini….saudaraku, anak-anak bayi kami lahir di tenda-tenda pengungsian. Bahkan tidak jarang tentara Israel menahan mobil ambulance yang akan mengantarkan istri kami Melahirkan di rumah sakit yang lebih lengkap alatnya di daerah Rafah, Sehingga istri-istri kami terpaksa melahirkan diatas mobil,,,,yah diatas mobil saudaraku!! Susu formula bayi adalah barang yang langka di GAZA sejak kami di blokade 2 tahun lalu, Namun isteri kami tetap menyusui bayi-bayinya dan menyapihnya hingga dua tahun lamanya Walau, terkadang untuk memperlancar ASI mereka, isteri kami rela minum air rendaman gandum. Namun,,,mengapa di negeri kalian , katanya tidak sedikit kasus pembuangan bayi yang tidak jelas siapa ayah & ibunya , terkadang ditemukan mati di parit-parit, di selokan-selokan dan di tempat sampah,,,,itu yang kami dapat dari informasi televisi. Dan yang membuat saya terkejut dan merinding,,,,, ternyata negeri kalian adalah negeri yang tertinggi kasus Abortusnya untuk wilayah ASIA,,,,Astaghfirullah. Ada apa dengan kalian..??? Apakah karena di negeri kalian tidak ada konflik bersenjata seperti kami disini, sehingga orang bisa melakukan hal hina tersebut….!!!, sepertinya kalian belum menghargai arti sebuah nyawa bagi kami di sini. Memang hampir setiap hari di GAZA sejak penyerangan Israel, kami menyaksikan bayi-bayi kami mati, Namun, bukanlah diselokan-selokan ,,,,atau got-got apalagi ditempat sampah…saudaraku!!!, Mereka mati syahid,,,saudaraku… mati syahid karena serangan roket tentara Israel !!! Kami temukan mereka tak bernyawa lagi dipangkuan ibunya ,di bawah puing-puing bangunan rumah kami yang hancur oleh serangan roket tentara Zionis Israel, Saudaraku,,,,bagi kami nilai seorang bayi adalah Aset perjuangan perlawanan kami terhadap penjajah Yahudi Mereka adala mata rantai yang akan menyambung perjuangan kami memerdekakan Negeri ini Perlu kalian ketahui,,,sejak serangan Israel tanggal 27 desember kemarin Saudara-saudara kami yang syahid sampai 1400 orang, 600 diantaranya adalah anak-anak kami Namun,,,,sejak penyerangan itu pula sampai hari ini, kami menyambut lahirnya 3000 bayi baru Dijalur Gaza, dan Subhanallah kebanyakan mereka adalah anak laki-laki dan banyak yang kembar,,,Allahu Akbar!!!

Wahai saudaraku di Indonesia

Negeri kalian subur dan makmur, tanaman apa saja yang kalian tanam akan tumbuh dan berbuah, Namun kenapa di negeri kalian masih ada bayi yang kekurangan gizi ,menderita busung lapar,,,, Apa karena kalian sulit mencari rezki disana..? apa negeri kalian sedang di blokade juga..? Perlu kalian ketahui,,,saudaraku, tidak ada satupun bayi di Gaza yang menderita kekurangan gizi apalagi sampai mati kelaparan,,,walau sudah lama kami di blokade. Kalian terlalu manja…!? Saya adalah pegawai Tata usaha di kantor pemerintahan Hamas Sudah 7 bulan ini, gaji bulanan belum saya terima, tapi Allah SWT yang akan mencukupkan rezki untuk kami. Perlu kalian ketahui pula, bulan ini saja ada sekitar 300 pasang pemuda Baru saja melangsungkan pernikahan,,,yah,,,mereka menikah di sela-sela serangan agresi Israel, Mereka mengucapkan akad nikah,,,,diantara bunyi letupan bom dan peluru saudaraku. Dan Perdana menteri kami, yaitu ust Isma’il Haniya memberikan santunan awal pernikahan Bagi semua keluarga baru tersebut .

Wahai Saudaraku di Indonesia

Terkadang saya pun iri, seandainya saya bisa merasakan “pengajian” atau halaqoh pembinaan Di Negeri antum, seperti yang diceritakan teman saya tersebut,,,, Program pengajian kalian pasti bagus bukan, banyak kitab mungkin yang telah kalian baca, dan Buku-buku pasti kalian telah lahap,,,kalian pun sangat bersemangat bukan, itu karna kalian punya waktu Kami tidak memiliki waktu yang banyak disini wahai saudaraku… Satu jam,,,yah satu jam itu adalah waktu yang dipatok untuk kami disini untuk halaqoh Setelah itu kami harus terjun langsung ke lapanagn jihad, sesuai dengan tugas yang Telah diberikan kepada kami. Kami disini sangat menanti-nantikan hari halaqoh tersebut Walau Cuma satu jam saudaraku,,,, Tentu kalian lebih bersyukur, kalian lebih punya waktu untuk menegakkan rukun-rukun halaqoh, Seperti ta’aruf, tafahum dan takaful di sana. Hafalan antum pasti lebih banyak dari kami,,, Semua pegawai dan pejuang Hamas di sini wajib menghapal surat al anfaal sebagai “nyanyian perang” kami, saya menghapal di sela-sela waktu istirahat perang ,,, bagaimana Dengan kalian…? Akhir desember kemarin, saya menghadiri acara wisuda penamatan hafalan 30 juz anakku yang pertama, ia diantara 1000 anak yang tahun ini menghapal al qur’an, umurnya baru 10 tahun , Saya yakin anak-anak kalian jauh lebih cepat menghapal al quran ketimbang anak-anak kami disini, di Gaza tidak ada SDIT seperti di tempat kalian, yang menyebar seperti jamur sekarang. Mereka belajar di antara puing-puing reruntuhan gedung yang hancur, yang tyanahnya sudah Diratakan, diatasnya diberi beberapa helai daun pohon kurma,,,, yah ditempat itulah mereka belajar Saudaraku…., bunyi suara setoran hafalan al quran mereka bergemuruh diantara bunyi-bunyi senapan tentara Israel… Ayat-ayat Jihad paling cepat mereka hafal,,,karena memang didepan mereka “tafsirnya” langsung Mereka rasakan.

Wahai Saudaraku di Indonesia

Oh…iya, kami harus berterima kasih kepada kalian semua, melihat aksi solidaritas yang kalian perlihatkan kepada masyarakat dunia, kami menyaksikan demo-demo kalian disini. Subhanallah,,,,,kami sangat terhibur, karena kalian juga merasakan apa yang kami rasakan disini. Memang banyak masyarakat dunia yang menangisi kami disini , termasuk kalian di Indonesia Namun,,,bukan tangisan kalian yang kami butuhkan saudaraku Biarlah butiran air matamu adalah catatan bukti nanti di akhirat yang dicatat Allah sebagai Bukti ukhuwah kalian kepada kami. Doa-doa kalian dan dana kalian telah kami rasakan manfaatnya. Kami lah yang berterima kasih,,partai kami yaitu Hamas sejak berjuang melalui demokrasi Sejak tahun 2006, terinspirasi oleh kemenangan partai da’wah kalian di Indonesia, yah,,, temanku Itu adalah aktivis PKS, kalian lah yang mengajarkan kepada kami, karena kalian yang lebih dahulu Berjuang lewat pintu ini, kami baca semua tentang kalian. SUngguh kalianlah yang mengajarkan bagaimana mengelola partai yang baik, dekat dengan masyarakat, melayani mereka, mulai baksos sampai dengan DS, murni kami jiplak dari kalian semua. Dan hasilnya saudaraku…. Kami menang dengan angkan 67 % suara..Allahu Akbar!!! Tahun 2010 kami juga akan pemilu disini,,,kami tetap mengurus partai seperti yang kami belajar dari kalian, tetap membina para kader kami, dengan dengan masyarakat dan satu lagi kami juga tetap mengangkat senjata untuk mengusir tentara Israel dari bumi palestina. Saya dengar bulan April ini kalian akan pemilu, dan katanya targetnya 20 % saja Sebenarnya sebagai seorang “murid” kami malu, kenapa? Karena angka tersebut terlalu kecil untuk seorang “guru” seperti kalian. Kalian tidak sedang mengangkat senjata , seperti kami disini, kader kalian banyak,,,,, Apalagi yang kurang dari kalian. Saya Cuma bisa berdoa semoga kalian bisa memenangkan pemilu nanti,,,, Oh,,,iya hari semakin larut, sebentar lagi adalah giliran saya Untuk menjaga kantor, tugasku untuk menunggu jika ada telepon dan fax yang masuk Insya Allah, nanti saya ingin sambung dengan surat yang lain lagi Salam untuk semua pejuang-pejuang islam di Indonesia.

Akhhuka…..Abdullah ( Gaza City ..1430 H )