Shalat Tarawih.. ^^


Berhubung lagi bulan ramadhan, tiap pasti tiap malem abis isya kita ngelakuin shalat tarawih.. nah sebenernya udah pada tau apa belum apa sih shalat tarawih itu sebenernya??? berapa rakaat sih sebenernya shalat tarawih itu??? nah.. let’s cekidot yah…🙂

Shalat Tarawih Tarawih adalah shalat yang dilakukan malam hari secara berjama’ah pada bulan Ramadhan dan waktunya dimulai setelah shalat ‘Isya’ sampai terbitnya fajar (Subuh).

Rasulullah –Shallallahu ‘Alaihi Wa ‘Ala Alihi Wa Sallam sangat menganjurkan agar kita melaksanakannya sebagaimana sabda beliau: “Barangsiapa melakukan qiyam (shalat malam) pada bulan Ramadhan dengan keimanan dan pengharapan, diampunilah dosa-dosanya yang telah lalu.” (HR. Bukhari dan Muslim) Jadi, tarawih adalah termasuk qiyam Ramadhan (shalat malam) pada bulan Ramadhan.

(“Majalis Syahr Ramadhan” hlm 30. Karya Fadhilatusy Syaikh Muhammad bin Sholeh Al-Utsaimin)

Rasulullah –Shallallahu ‘Alaihi Wa ‘Ala Alihi Wa Sallam adalah yang pertama kali melakukannya secara berjamaah di masjid lalu beliau –Shallallahu ‘Alaihi Wa ‘Ala Alihi Wa Sallam meninggalkannya karena khawatir diwajibkan atas ummatnya, sebagaimana diriwayatkan ibunda Aisyah –radhiallahu anha, “Bahwasanya Rasulullah –Shallallahu ‘Alaihi Wa ‘Ala Alihi Wa Sallam shalat di masjid pada suatu malam dan beberapa sahabat mengikuti shalat beliau –Shallallahu ‘Alaihi Wa ‘Ala Alihi Wa Sallam, kemudian beliau shalat pada hari berikutnya dan yang mengikuti semakin banyak, kemudian para sahabat berkumpul pada malam ketiga atau keempat lalu Rasulullah –Shallallahu ‘Alaihi Wa ‘Ala Alihi Wa Sallam tidak keluar kepada mereka. Keesokan harinya beliau –Shallallahu ‘Alaihi Wa ‘Ala Alihi Wa Sallam bersabda: “Aku telah mengetahui apa yang kamu lakukan (semalam), dan tidak menghalangiku untuk keluar kepadamu melainkan karena aku khawatir diwajibkannya atasmu.” Dan ini terjadi pada bulan Ramadhan. (HR. Bukhari dan Muslim. Lihat “Majalis Syahr Ramadhan” hlm 31. Karya Fadhilatusy Syaikh Muhammad bin Sholeh Al-Utsaimin).

Jumlah Raka’atnya

Para salafush shaleh berbeda pendapat tentang jumlah raka’at shalat tarawih sekaligus witirnya, namun yang sunnah adalah sebelas raka’at dengan salam pada setiap dua raka’at, karena ibunda ‘Aisyah –radhiallahu anha pernah ditanya tentang bagaimana shalat Nabi –Shallallahu ‘Alaihi Wa ‘Ala Alihi Wa Sallam pada bulan Ramadhan? Beliau menjawab: “Rasulullah –Shallallahu ‘Alaihi Wa ‘Ala Alihi Wa Sallam tidak menambah pada bulan Ramadhan dan selainnya atas sebelas raka’at.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Imam Malik meriwayatkan dalam Al-Muwaththa’ dari Muhammad bin Yusuf, dari As-Sa’ib bin Yazid (sahabat), bahwasanya Umar Ibnul Khaththab –Radhiallahu ‘Anhu memerintahkan kepada Ubaiy bin Ka’ab dan Tamim Ad-Dariy –Radhiallahu ‘Anhuma untuk menjadi imam manusia (shalat tarawih) dengan sebelas raka’at.

Walaupun demikian, jika lebih dari sebelas raka’at tidaklah mengapa karena Nabi –Shallallahu ‘Alaihi Wa ‘Ala Alihi Wa Sallam pernah ditanya tentang shalat malam, maka beliau –Shallallahu ‘Alaihi Wa ‘Ala Alihi Wa Sallam menjawab: “Shalat malam itu dua, dua (tanpa batas). Jika seorang dari kamu khawatir masuk waktu Subuh hendaklah shalat satu raka’at sebagai witir shalatnya.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Yang paling afdhal dan sempurna adalah sebagaimana bilangan raka’at yang terdapat dalam sunnah, yaitu sebelas raka’at yang dikerjakan dengan khusyu’, tenang dan panjang yang tidak sampai memberatkan manusia. (“Majalis Syahr Ramadhan” hlm 27-33. Karya Fadhilatusy Syaikh Muhammad bin Sholeh Al-Utsaimin. Dan “Fushul Fi Ash-Shiyam wa At-Tarawih wa Az-Zakah” hlm 17-19, Syaikh Muhammad bin Sholeh Al-Utsaimin)

Hendaklah seseorang tidak meninggalkan shalat tarawih dan pergi sebelum imam selesai daripadanya dan dari shalat witir agar supaya mendapatkan pahala shalat semalam suntuk. Sebagaimana sabda Nabi Muhammad –Shallallahu ‘Alaihi Wa ‘Ala Alihi Wa Sallam: “Sesungguhnya seseorang yang shalat bersama imam sampai selesai dicatat baginya shalat seluruh malam.” (HR. Imam Ahmad dan Ibnu Hibban. Al-Albani menyatakan sahih) [www.hatibening.com / www.kajianislam.net]

60 thoughts on “Shalat Tarawih.. ^^

  1. mida says:

    Sayangnya, tarawih di awal-awal puasa suka ga khusyuk karena masih banyak anak-anak berlarian dan jerit-jeritan saat yang lain shalat, hehe… Kapan-kapan bisa tuh diangkat artikel tentang cara menertibkan dengan penuh kasih agar anak-anak tidak mengganggu shalat tarawih ^_^
    Nice post! Salam kenal dan met puasa ya…

  2. indahnyahidupku says:

    wah.. indah biasanya sebelum imam witir udah pulang.. gimana donk?
    soalnya biasa nya masih pengen nambah sholat yang laen di rumah… sampe malem.. barulah indah witir sendiri…

    gitu.. gimana donk…😦

  3. pelintas batas says:

    cuma mau ngucapin met menjalankan ibadah puasa ramadhan…….

    semoga kita menjadi insan yang beriman dan mampu mengaplikasikan apa yang telah dilatih selama bulan ramadhan ini pada bulan bulan sesudahnya

  4. Abi Sabila says:

    meskipun hanya sunnah, sebaiknya shalat tarawih jangan sampai ditinggalkan karena ibadah sunah di bulan Ramadhan pahalanya jauh lebih besar dibanding ibadah sunah di bulan lainnya, tentunya jika syarat dan rukunnya terpenuhi.

  5. Mila says:

    Selamat puasa, semoga ramadhan kali ini lebih baik dari ramadhan sebelumnya, amien!

    maaf saya baru sempat mampir, salam persahabatan🙂

  6. yanrmhd says:

    datang silaturahmi…
    assalamu’alaikum Teh Firti.. ^_^

    wah, rumahnya makin asik yah,
    semoga ramadhan kali ini adalah yg terbaik
    amin,,,

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s