Bunga Bank ^^

Kemaren waktu ke Bank Muamalat, iseng-iseng aku ngambil selebaran yang disediain ama pihak Bank tentang keputusan fatwa majelis Ulama Indonesia tentang Bunga (interest). Jujur aja aku masih belum tau banget tentang keputusan MUI tentang status hukum bunga yang dikenakan dalam transaksi pinjaman atau utang piutang,baik yang dilakukan oleh lembaga keuangan,individu maupun yang lainnya. Apakah haram ato diperbolehkan..Nah, teman-teman udah pada tau apa belom neh??

Firman Allah :

Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu memakan riba dengan berlipat ganda dan bertakwalah kamu kepada Allah supaya kamu mendapat keberuntungan (Ali ‘Imran : 1 30)

Sabda Nabi Muhammad :

Dari Abu Hurairah r.a, ia berkata, Rasulullah bersabda: “Riba adalah tujuh puluh dosa, dosanya yang paling ringan adalah (sama dengan) dosa orang yang berzina dengan ibunya” (HR.Ibn Majah)

Nah sebenarnya apa sih yang dimaksud Bunga dan Riba itu???

Menurut MUI :

Bunga adalah tambahan yang dikenakan dalam transaksi pinjaman uang yang diperhitungkan dari pokok pinjaman tanpa mempertimbangkan pemanfaatan/ hasil pokok tersebut, berdasarkan tempo waktu, diperhitungkan secara pasti dimuka, dan pada umumnya berdasarkan persentase.

Riba adalah tambahan (Ziyadah) tanpa imbalan yang terjadi karena penangguhan dalam pembayaran yang diperjanjikan sebelumnya. Dan inilah yg disebut riba nasi’ah.

Nah, pada saat ini praktek pembungaan uang telah memenuhi kriteria riba yang terjadi pada zaman Rasulullah SAW, yakni riba nasi’ah. Dengan demikian, secara ga langsung praktek pembungaan uang ini termasuk salah satu bentuk riba dan riba itu hukumnya haram. Jadi praktek pembungaan itu hukumnya adalah haram, baik itu dilakukan oleh Bank, Asuransi, pasar modal, pegadaian, koperasi dan lembaga keuangan lainnya maupun dilakukan oleh individu.

Lha kalo gitu gimana donk???

Menurut MUI neh, untuk wilayah yang sudah ada kantor/jaringan Lembaga Keuangan Syari’ah dan mudah djangkau, tidak diperbolehkan melakukan transaksi yang didasarkan kepada perhitungan bunga. Sedangkan untuk wilayah yang belum ada kantor/jaringan Lembaga Keuangan Syariah,diperbolehkan melakukan transaksi di lembaga keuangan konvensional berdasarkan prinsip dharurat.

Nahhh, semoga bermanfaat yah..๐Ÿ™‚

Pilihan ada ditangan kita, apakah masih mau bertransaksi dengan Bank-Bank Konvensional atau Bank Syari’ah.. Tetapkan pilihanmu sekarang..๐Ÿ™‚


36 thoughts on “Bunga Bank ^^

  1. Pak Wandi says:

    Kalawo memang kita dalam situwasi keraguwan, ini ada satu dalil mbak, “dak maa yuriibuka, ila ma laa yuribuka. “Tinggalkan segala sesuwatu yang meragukan, dan kerjakan apa-apa yang tidak (kamu) ragu dengannya.”.

    bener mas..
    kalo ragu??maka tinggalkanlah keragu-raguan tersebut..

  2. mamah Aline says:

    ada koperasi yang ngasih bunga besar antara 5-7 % untuk mereka yang inves disana, kebayang deh bagaimana riba yang berlaku jika kita tergiur dengan pembagian hasil kek gitu… duuuhh

    wow..5-7 %??? tinggi banget yah mbak bunganya..

  3. SITI FATIMAH AHMAD says:

    Assalaamu’alikum Fitri…

    Selamat Hari Ibu dan semua ibu yang merayakan Hari Ibu di Indonesia. Saya tumpang bahagia untuk menyambutnya bersama kalian. Hargailah diri sebagai ibu atau anak. berbaktilah dengan setulus hati untuk membahagiakan ibu kita.

    Ada award untukmu sahabat, silakan titip sebagai tanda penghargaan selama bersahabat di maya pada.

    http://webctfatimah.wordpress.com/2010/12/22/ct31-22-disember-2010-selamat-hari-ibu-buat-ibu-ibu-di-indonesia/

    salam rindu dan sayang selalu dari sarikei, sarawak.


    waalaikumsalam bunda..
    makasi awardnya yah bun..selamat hari ibu bunda..

  4. marsudiyanto says:

    Saya masih bingung…
    Saya nabung di Bank biasa, dapat bunga, tapi kalau dihitung akibat inflasi, bunga itu justru nggak sebanding…
    Tabungan yang menurut ukuran saya sudah lumayan besar, tapi bunganya kok cuman beberapa ribu sebulan…
    Sudah gitu masih termasuk kategori haram ya?


    hihihi..iya sih pak,lebih gede biaya adm dari pada bunga yah..๐Ÿ˜€
    kira-kira masuk haram ga ya?? yg nama bunga tetap haram kali ya pak..

  5. jade says:

    yang pasti sih menurut Islam, bunga bank itu haram.
    tapi jujur aja… aku pribadi masih belum bisa melepaskan menggunakan bank yang berbunga๐Ÿ˜ฆ
    kita ini negara mayoritas muslim tapi ya sistem yahudi yang diterapkan. *fyuh*


    semua pilihan ada ditangan kita ya mbak..mo milih pake sistem yg mana..๐Ÿ™‚


  6. Mood says:

    jadi tau lebih setelah membaca disini, ternyata oh ternyata bunga bank itu haram yah, kecuali dalam keadaan darurat ‘menurut MUI’ kita diperbolehkan menyimpan uang di Bank non syariah. Berarti di Bank Syariah itu tidak menganut sistem bunga bank yah ?
    Salam.. .


    iya mas..kalo Bank syari’ah itu dia pake sistem bagi hasil..

  7. Asop says:

    Semua bunga di bank saya rasa adalah riba.๐Ÿ˜
    Mau pinjam uang di bank saja pasti ada bunga. Itu udah riba.
    Bang Syariah pun sebenarnya belum murni syariah seperti ketentuan dalam Islam. Tapi, buruk sedikit gak apa2 lah dari pada yang lain yang lebih buruk.


    iya sop..walo belum murni syari’ah..tapi paling ga meminimalkan dosanya…

  8. Martha Andival says:

    setuju, bunga bank haram. termasuk melakukan kredit di bank yang selama ini sangat “zalim”. tapi anehnya, sebagian besar umat muslim di Indonesia ya tetap makan uang bunga bank duh….


    mungkin karena selama ini belum ada sistem syariah kali mas, makanya umat muslim indonesia udah terbiasa dengan sistem bunga…

  9. ummurizka says:

    bunga bank masuk dalam kategori riba karena pada dasarnya merugikan nasabah, banyak bank di amrik sana malah beralih ke sistem bagi hasil spt di bank sya’riah karena terbukti menguntungkan.., saya juga lebih nyaman menggunakan bank syariah, ada jg dibank konvensional tp hanya untuk terima gaji aja..
    sukses selalu Fitri…


    sama ama aku kalo gitu mbak..aku pake bank konvensional cuma untuk nerima gaji aja..

  10. Rama says:

    aneh juga,
    kenapa bungan mesti difatwakan haram??

    lha udah jelas2 haram kenapa mesti pake fatwa,
    fatwa itu kalau masih ada keraguan haram atau tidak,
    barulah ber-fatwa…
    kalau sudah jelas2 haram??


    kenapa MUI ngeluarin fatwa..itu mungkin karena kebanyakan masyarakat muslim indonesia belom mengetahhui hukumnya bunga Bank..
    itu menurut aku sih mas..

  11. Sya says:

    Saya udah 3 tahun pakai bank syariah, bukan karena keputusan MUI. Tapi saya merasa lebih nyaman dengan bank syariah.

    sesuatu yang baik itu pasti menghasilkan rasa yg nyaman..๐Ÿ™‚

  12. emfajar says:

    makasih infonya.. saya juga dari dulu pengen pnya tabungan di bank syariah, tp ampe sekarang belum.. hehe


    sama-sama mas..semoga keinginan nya bisa terlaksana yah..

  13. budiarnaya says:

    Wah…saya belum pnya rekening fit…masih menyusun nich doain aja biar cepat punya norek๐Ÿ™‚


    masa sih bli..rekening ga punya tapi investasi punya yah bli??๐Ÿ˜€
    di do’ain deh bli..๐Ÿ˜›

  14. Abdul Hakim says:

    ada satu dalil yang belum ditambahkan, begini bunyinya ” orang-orang yang memakan riba tidak dapat berdiri melainkan seperti berdirinya orang yang kemasukkan setan karena gila. Yang demikian itu karena mereka berkata bahwa jual beli sama dengan riba. Padahal Allah telah menghalalkan jual beli dan mengharamkan riba. Barangsiapa mendapat peringatan dari Tuhannya, lalu dia berhenti, maka apa yang telah diperolehnya dahulu menjadi miliknya dan urusannya (terserah) kepada Allah. barnagsiapa mengulangi maka mereka itu penghuni neraka, mereka kekal didalamnya (al-baqarah:275)

    yang sudah mendapat informasi ini sebaiknya meninggalkan bank konvensional, kalau ada yang beralasan untuk urusan bisnis dan kemudahan, BCA sudah ada yang syariah, mandiri apa lagi


    bukan cuma BCA dan mandiri aja mas..skg mah udah hampir semua bank udah ada yang syariah..

  15. hanyanulis says:

    Wah, kalo gitu solusinya, kita mesti pindah bank ke bank yang berbasih syariah dunk mbak, yang menawarkan prospek investasi mualamah


    yeps..itu solusinya mas..๐Ÿ˜€

    • Abdul Hakim says:

      sama, kenapa? karena bunga yang kita dapat dari tabungan kita di dapat dari hasil bungan pinjaman, yang sifatnya memaksa seseorang untuk membayar..

      misal gini, si A meminjam uang di bank konvensional, dengan bunga yang sudah ditetapkan di awal perjanjian sekian persen, si A meminjam untuk usaha, tapi kita ga tau tuh berapa hasil usaha si A, apakah dia untung atau rugi, kalo misalnya rugi apa ngga kasian si A harus membayar bunga plus pinjaman sedangkan sedangkan kita menikmati bunga dari kesulitan orang lain

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s