Pelabuhan Jiwa

Kenapa tak pernah kau tambatkan.

perahumu di satu dermaga?

Padahal kulihat, bukan hanya satu.

pelabuhan tenang yang mau menerima.

kehadiran kapalmu!

Kalau dulu memang pernah ada.

satu pelabuhan kecil, yang kemudian.

harus kau lupakan,

mengapa tak kau cari pelabuhan lain,

yang akan memberikan rasa damai yang lebih?

Seandainya kau mau,

buka tirai di sanubarimu, dan kau akan tahu,

pelabuhan mana yang ingin kau singgahi untuk selamanya,

hingga pelabuhan itu jadi rumahmu,

rumah dan pelabuhan hatimu.

(Karya: Tyas Tatanka, kumpulan puisi 7 penyair Serang dengan Judul “Pelabuhan”)

Adakalanya kita begitu yakin bahwa kehadiran seseorang akan memberi sejuta makna bagi isi jiwa. Sehingga saat seseorang itu pun hilang begitu saja, masih ada setangkup harapan agar dia kembali walaupun ada kata-katanya yang menyakitkan hati, akan selalu ada beribu kata maaf untuknya. Masih ada beribu penantian walau tak pasti. Masih ada segumpal keyakinan bahwa dialah jodoh yang dicari sehingga menutup pintu hati dan sanubari untuk yang lain. Sementara dia yang jauh disana mungkin sama sekali tak pernah memikirkannya. Haruskah mengorbankan diri demi hal yang sia-sia??

Masih ada sejuta asa. Masih ada sejuta makna. Masih ada pijar bintang dan mentari yang akan selalu bercahaya dilubuk jiwa dengan menjadi bermakna dan bermanfaat bagi sesama. Biarkan cinta itu bermuara dengan sendirinya, disaat yang tepat, dengan seseorang yang tepat, dan pilihan yang tepat, hanya dari Allah Swt…

*Anonim. Direwrite dalam rangka menasihati diri sendiri dan semoga bisa menginspirasimu…

Postingan diatas adalah sebuah note dari seorang sahabat yang di tag kan kepadaku.. sebenarnya, sempat mikir panjang untuk di share di sini. Tapi malam ini aku lagi butuh sesuatu untuk menasehati diri. Untuk memotivasi diri. Semoga dengan ini bisa lebih tenang..🙂

28 thoughts on “Pelabuhan Jiwa

  1. Triiz says:

    lg ada masalah ya mba fit, kadang yg harusnya buruk bisa kita anggap baik atas dasar cinta, mungkin istiqoroh bisa jadi jawaban mba, baik di mata kita belum tentu baik di mata-Nya, baik di mata-Nya pasti baik unk kita🙂

  2. IbuDini says:

    Penantian yang tak berujung..kesetiaan yang tak bisa terlihat..sehingga sedikitpun tak mau melakukannya.
    Hanya yang tau arti cinta dapat menghargai itu semua.
    Sedang apakah gerangan…semoga baik2 saya ya

  3. Mbakyu tary says:

    malam ini aku baca postingan2 hebat, semunya perempuan Ne’, Sya, mbak ais juga kamu fit, s emuanya menginspirasi, keren🙂

  4. Lyliana Thia says:

    Aah, hal seperti itu memang sulit dilakukan, yah Fit… apalagi melupakan seseorang dimana hati kita sudah terlanjur berharap… Hanya waktu dan Allah yg bisa menjawab… hmm… semoga hari2mu menyenangkan ^_^

  5. Erfano Nalakiano says:

    terus efek dominonya menjalar-jalar ke status dan twitter he…he….
    Setiap masalah pasti akan pecah jua! ya kayak bisul aja ntar pecah…kalau mau cepet pakai obat, kalau gak salah daun ubi jalar bisa buat ngobatin, caranya ditumbuk terus ditempel di bisulnya!!!🙂
    Salam,

    Seru jadi Guru🙂

  6. alia says:

    life must go on
    yang lalu biarlah berlalu🙂
    Allah yang menjadikan dia dekat (dulu)
    dan kini ketika Allah menjauhkan dia berarti bukan dia yang terbaik🙂

  7. hoeda says:

    Kalau baca tulisan kayak gini rasanya gimanaaa, gitu. Seperti menatap cermin, melihat diri sendiri, lalu teringat sesuatu di masa lalu. Mungkin, kalau saja hidup di dunia sihir, aku akan melangkah ke dalam cermin itu.

  8. Puteriamirillis says:

    fitri sayang…
    lihatlah semesta raya ini..semua bertasbih pada Nya…semua bergetar dalam cinta pada NYA…
    dan kita akan tahu..cinta itu ada dan tak pernah pergi…^^

  9. bintangtimur says:

    Masih ada sejuta harapan, Fitri…
    Selalu kagum dengan puisi yang bisa dirangkai indah kayak di posting ini🙂

    Semoga pelabuhan terbaik itu akan datang di saat yang tepat kelak.
    Miss u, Fit!

  10. yustha tt says:

    Biarkan cinta itu bermuara dengan sendirinya, disaat yang tepat, dengan seseorang yang tepat, dan pilihan yang tepat, hanya dari Allah Swt…dan akan dihalalkan olehNya 2 manusia bersatu dalam pernikahan yang barokah. Amin.

  11. vizon says:

    Cinta itu tidak melulu soal rasa, tapi juga soal logika.
    Dengan berpadunya rasa dan logika, cinta itu akan membuat diri lebih bermakna
    Tidak mudah terombangkan oleh segala duka
    Yang hanya akan membuat sengsara🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s