Ayahku (Bukan) Pembohong

Dua hari yang lalu aku baru menyelesaikan novel Tere Liye yang berjudul “ayahku (bukan) pembohong”. Sebuah novel yang menurut aku penuh dengan nilai pendidikan, tentang hubungan seorang anak dengan ayahnya. Banyak kearifan yang bisa kita tangguk dikedalaman ceritanya, seperti yang ditulis oleh A.Fuadi di testimony novel ini..

Novel ini menceritakan tentang seorang anak yang bernama,Dam. Yang dibesarkan dengan dongeng-dongeng kesederhanaan hidup. Dam yang selalu menyukai dongeng-dongeng yang diceritakan ayahnya. Kesederhanaan yang justru membuat Dam membenci ayahnya sendiri.😦

Dalam novel ini juga mengisahkan tentang hakikat kebahagiaan sejati. Apa hakikat sejati kebahagiaan hidup? Apa definisi kebahagiaan? Kenapa tiba-tiba kita merasa senang dengan sebuah hadiah, kabar baik, atau keberuntungan? Mengapa kita tiba-tiba sebaliknya merasa sedih dengan sebuah kejadian, kehilangan, atau sekedar kabar buruk? Kenapa hidup kita seperti dikendalikan sebuah benda yang disebut hati? Pengen tau jawabnya?? Just read this book ^^

Ada bagian yang bikin aku merasa terharu banget, itu adalah di saat Dam menulis surat kepada ayahnya setelah selama 1 bulan ia mengadakan aksi mogok karena si ayah ga mau memberikan alamat si Kapten. Ini nih isi suratnya..

Dear ayah

Bagiku, sehebat apa pun sang kapten, maka ayah lebih hebat. Izinkanlah aku menulis surat untuk ayah, dan semoga ayah suka membacanya.

Ayah dulu pernah bilang padaku, “jsngan-jangan kau akan menjadi orang paling sedih sedunia jika malam ini tim sang kapten kalah.” Ayah keliru. Malam ini, saat sendirian dikamar , saat menyadari bahwa ayah telah kurepotkan sebulan terakhir dengan permintaan itu, ayah bahkan berteriak marah untuk pertama kalinya di rumah kita, aku jauh lebih sedih dibandingkan melihat tim sang Kapten kalah. Boleh jadi aku menjadi anak yang paling tidak berterima kasih di seluruh dunia.

Maafkan aku ayah. Ayah benar, surat itu tidak penting. Sang kapten tidak akan pernah punya waktu untuk membaca surat dariku. Taani di sekolah bilang, yang baru kusadari mala mini, pastilah ada ribuan surat yang tiba di kotak surat sang kapten, jadi bagaimana mungkin suratku akan mencolok perhatian dan mendapatkan balasan. Jangan-jangan hanya puluhan stafnya yang membalas, bukan dia sendiri. Ayah benar, Taani benar, jadi aku memutuskan mulai malam ini tidak akan membicarakan lagi surat-surat itu lagi.

Sekali lagi maafkan aku.

Dari penggemar terbesar ayah sepanjang masa,

Dam

Itu adalah bagian yang bikin aku menitikkan air mata untuk pertama kalinya. Bagaimana seorang anak yang masih kecil bisa bersikap begitu dewasa. Dan di bagian-bagian akhir akan lebih banyak air mata yang menetes membaca novel ini. Well, saranku sih, buat yang mau baca buku ini, siapin tissue deh, soalnya dijamin bakal meler-meler deh tu hidung..πŸ˜€ really recommended book to read deh pokoknya..πŸ™‚


Hidup sederhana, apa adanya, adalah jalan tercepat untuk melatih hati di tengah riuh rendah kehidupan ini. Percayalah, memiliki hati yang lapang dan dalam adalah konkret dan menyenangkan, ketika kita bisa berdiri deengan seluruh kebahagiaan hidup, menatap kesibukan di sekitar, dan melewati hari-hari berjalan, bersama keluarga tercinta.

28 thoughts on “Ayahku (Bukan) Pembohong

  1. i-one says:

    Baca penggalan ceritanya menarik^^
    Mungkin karena tidak membaca dari awal,jadi agak bingung akan jalan ceritanya…

    disarankan baca dari awal deh, biar ga bingung mas..πŸ˜€

  2. septarius says:

    ..
    kayaknya udah jadi ciri khas tere liye nih, menulis buku yang bikin pembacanya termehek-mehek..πŸ™‚
    positifnya: banyak pesan-pesan moral dan inspiratif..
    negatifnya : kadang ada beberapa hal yang gak rasional, gak wajar karena terlalu di dramatisir..
    ..
    cari aja yang judulnya ‘bacaan sholat delisa’ , pasti si Fitri gak hanya meler tapi mewek-mewek sampai mata bengkak..πŸ™‚
    ..
    *kasih tisue buat Fit..*
    ..
    -AtA- 03:06

    hahaha..aku denger katanya ‘bacaan shalat delisa’ itu emang bagus ya mas..aku blom baca sih..
    yg ini aja mataku udah bengkak gitu bacanya.. mewek abis mpe tersedu-sedu..mana bacanya dini hari lg..πŸ˜€
    ini lagi pengen nyari yg ‘daun gugur tak membenci angin’

  3. Sofyan says:

    Mungkin benar kedewasaan seseorang tidak bepatokan pada umur tpi pada lingkungan dan seringnya masalah yg dìhadapi jadi pingin baca nih..

    well..Dam ini bisa jadi begitu karena dongeng2 yg diceritakan ayahnya mas..πŸ™‚
    hayoo baca,pasti ga nyesel deh..

  4. belo elbetawi says:

    Sumpaaaaahhh…baca novel ini aer mata keluar teruss…😦
    suka banget ma novel2 bang Tereliye ^_^

    sama..
    aku baru baca 1 novel..yg lain belom pernah baca..ntar dicari deh..πŸ˜€

  5. Orin says:

    Kalo biz baca buku trus me-review begini seru ya FitπŸ˜‰

    iya mbak..abis baca lgsg direview..kalo kelamaan malah jd males buat mereviewnya..πŸ˜€

  6. hoeda says:

    Tere Liye tuh kalo bikin novel pasti sangat menyentuh. Yang ini belum sempat baca nih. Lagi nyari bukunya. Apa pinjam punya Fitri aja ya?πŸ˜€

  7. dey says:

    Ada 3 novel tere liye nih disini, mau mbak ? hehehe ..
    Yg judulnya ini novelnya sama sekali blm disentuh, baru selesai yg ‘daun yang jatuh tak pernah membenci angin’.

    mau..mau..mauuu mbak..πŸ˜€

  8. nh18 says:

    Saya juga membaca salah satu resensi mengenai buku ini di Blog sahabat saya yang lain …

    dan memang benar … sepertinya ini layak untuk dikoleksi …

    salam saya Fit

  9. frezyprimaardi says:

    pengen baca juga deh…harganya berapa ya??dan beli dimana??

    hayoo baca..harganya berapa ya??45 rb kalo ga salah..belinya ditoko buku donk mas..masa di toko klontong..πŸ˜€

  10. bee says:

    aq pernah baca novel tu juga. tapi ending nya agak berlebihan gimana gitu. coba nonton film “big fish” 2003 deh. mnurut ku ending ceritany lebih enak yang versi “big fish”.
    tapi klw untuk novel tereliye, aq paling salut sama “hafalan sholat delisa”.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s