Book Review : Rumah Coklat

Each day of our lives we make deposits in the memory banks of our children. –Charles R. Swindoll


Sitta karina adalah salah satu penulis favoritku. Aku mulai menyukai tulisannya sejak membaca novel teenlit imaji terindah, salah satu novel yang bercerita tentang klan #Hanafiah.

Rumah coklat adalah salah satu novel terbaru Sitta Karina yang bergenre momlit. Novel ini bercerita tentang seorang ibu muda yang bernama Hannah Anandhito. Hannah adalah tipikal perempuan masa kini di yang hidup di kota besar; bekerja disalah satu perusahaan multinasional, mengikuti trend fashion dan gaya hidup terkini sambil berusaha menabung untuk keluarga kecilnya, sangat menyukai melukis dengan cat air yang pada akhirnya disadari Hannah adalah passion-nya, memiliki suami yang tampan dan family-oriented., sahabat SMA yang masih in touch, serta si kecil Razsya yang usianya jalan 2 tahun.

Sempurna? Awalnya Hannah merasa begitu sampai Razsya bergumam bahwa ia menyayangi pengasuh yang sehari-hari selalu bersamanya. Disinilah perjalanan Hannah menemukan makna menjadi seorang ibu sesungguhnya dimulai. Ada perasaan tak terima ketika putranya yang bermimpi, mengucapkan ia menyayangi pengasuhnya. Ada perasaan cemburu, ketika pengasuh Razsya lebih tahu tentang Razsya dibanding dia yang notabene adalah ibunya. Hannah tak ingin, kelak Razsya mengenalnya hanya sebagai orang yang selalu membelikannya mainan. Sejak itu, Hannah berusaha meluangkan lebih banyak waktu untuk Razsya, tapi tetap tak mudah, tak banyak waktu yang bagi seorang karyawan yang dituntut untuk bekerja,ditambah tinggal di Jakarta yang macet, membuat sangat sedikit waktu yang bisa Hannah luangkan untuk puteranya. Hanya weekend, itu pun Hannah terkadang ingin mengisinya dengan melukis. Hal ini selalu membuat Hannah uring-uringan. Beruntungnya dia memiliki suami yang sangat pengertian. Tak hanya itu masalah yang dihadapi Hannah, pola mendidik Razsya yang beda antara dia dan ibunya pun bikin Hannah uring-uringan dan akhirnya selalu cekcok dengan ibunya.

Ketika pengasuh Razsya harus mengundurkan diri karena urusan keluarga, akhirnya Hannah memutuskan berhenti kerja, dan berusaha meneruskan passionnya melukis dengan cat air yang bisa dikerjakannya dirumah sambil mengasuh anaknya. Hannah yang biasanya sibuk, harus dirumah seharian, ini membuat ia bosan dan pada akhirnya sering keluar hang out dengan teman masa SMA nya. Godaan dari wanita lain, dan pria lain dalam rumah tangga Hannah. Pada akhirnya, usaha Hannah untuk menjadi ibu yang baik buat Razsya membuahkan hasil.

Aku paling suka salah satu quote di buku ini,

” life is also about dancing in the rain,instead of just surviving the storm”

Menurutku, Rumah Coklat sangat cocok dibaca oleh ibu-ibu muda, buat wanita-wanita yang lagi bersiap membina rumah tangga.🙂 i’m sure, you will get something after read this book.

Judul        : Rumah Coklat

Penulis     : Sitta Karina

Penerbit     : Buah Hati Books

Harga         : Rp.38.000

Jumlah Hal    : 225 Halaman

19 thoughts on “Book Review : Rumah Coklat

  1. Ne Margane says:

    lumayan juga nih untuk bahan bacaan, siapa tahu jika menikah kelak akan menghadapi hal yang sama, dihadapkan pada pilihan antara keluarga dan karir😀

  2. Bang Fifin says:

    hemm buku yang bercerita tentang kehidupan memang selalu menarik untuk disimak. Ada pelajaran-pelajaran berharga yang bisa kita ambil. Tapi masih penarasan kenapa dinamakan rumah coklat yah?🙂

  3. ongisnade says:

    your post is nice..🙂
    keep share yaa, ^^
    di tunggu postingan-postingan yang lainnya..

    jangan lupa juga kunjungi website dunia bola kami..
    terima kasih..🙂

  4. CCI says:

    saya tidak begitu suka an hoby membaca novel,sama sekali tidak pernah membaca novel. tapi setelah baca tulisan ini seperti melihat cerita dalam televisi🙂 begitu toh ternyata isi sebuah novel.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s