Anakku, Andai Bunda Bisa Memilih

Menjadi seorang ibu yang bekerja 07.00 – 16.00 setiap hari dengan seorang bayi yang masih berusia 7 bulan itu, rasanya campur aduk banget. Kalo boleh memilih mungkin semua ibu diluar sana,khususnya aku sih lebih memilih untuk menghabiskan waktu sepanjang hari di rumah menemani si kecil, menikmati setiap perkembangannya yang sangat berharga. Tetapi terkadang hidup tidak se-simple itu, ada banyak pilihan-pilihan yang mesti dibuat, yang terkadang mengorbankan banyak hal yang berharga dalam hidup.

Maafkan bunda nak,

Maafkan bunda yang tak bisa memandikanmu setiap pagi, tak bisa menyuapkan mu makan setiap hari, maafkan bunda yang tidak bisa menyusuimu sebelum kau tidur siang, maafkan bunda yang tak bisa menemanimu bermain setiap hari. Maafkan atas pilihan yang harus bunda buat, bunda harap Danish bisa mengerti, mungkin belom sekarang, tapi nanti. Percayalah, bunda pun merasakan luka ketika harus meninggalkanmu di rumah seharian, ketika harus kehilangan momen-momen indah masa pertumbuhanmu. Percayalah, tak pernah sedetik pun bunda tak memikirkanmu. Percayalah, bunda sayang Danish selalu.

 


 

Andai Bisa Memilih

Anakku…

Bla ibu boleh memilih

Apakah ibu berbadan langsing atau berbadan besar karena mengandungmu

Maka ibu akan memilih mengandungmu

Karena dalam mengandungmu,

Ibu merasakan keajaiban dan kebesaran Allah

Sembilan bulan nak…

Engkau hidup di perut ibu

Engkau ikut kemanapun ibu pergi

Engkau ikut merasakan ketika jantung ibu berdetak karena kebahagiaan.

Engkau menendang rahim ibu ketika engkau merasa tidak nyaman

Karena ibu kecewa dan berurai air mata

 

Anakku…

Bila ibu boleh memilih apakah ibu harus operasi caesar atau ibu harus berjuang melahirkanmu

Maka ibu memilih berjuang melahirkanmu

Karena menunggu dari jam ke jam, menit ke menit kelahiranmu

Adalah seperti menunggu antrian memasuki salah satu pintu surga

Karena kedasyatan perjuanganmu untuk mencari jalan ke luar ke dunia sangat ibu rasakan

Dan saat itulah kebesaran Allah menyelimuti kita berdua

Malaikat tersenyum diantara peluh dan erangan rasa sakit

Yang tak pernah bisa ibu ceritakan kepada siapapun

Dan ketika engkau hadir, tangismu memecah didunia

Saat itulah…

Saat paling membahagiakan

Segala sakit dan derita sirna melihat dirimu yang merah

Mendengarkan ayahmu mengumandangkan adzan,

Kalimat syahadat kebesaran Allah dan penetapan hati tentang junjungan kita

Rasulullah di telinga mungilmu

 Anakku…

Bila ibu boleh memilih apakah ibu berdada indah,

Atau harus bangun tengah malam menyusuimu

Maka ibu memilih menyusuimu

Karena dengan menyusuimu ibu telah membekali hidupmu dengan tetesan-tetesan

Dan tegukan-tegukan yang sangat berharga

Merasakan kehangatan bibir dan badanmu didada ibu dalam kantuk ibu

Adalah sebuah rasa luar biasa yang orang lain tidak bisa rasakan

 

Anakku…

Bila ibu boleh memilih duduk berlama-lama di ruang rapat

Atau duduk dilantai menemanimu menempelkan puzzle

Maka ibu memilih bermain puzzle denganmu

 

Tetapi anakku…

Hidup memang pilihan…

Jika dengan pilihan ibu, engkau merasa sepi dan merana

Maka maafkanlah nak…

Maafkan ibu…

Maafkan ibu…

 

Percayalah nak

Ibu sedang menyempurnakan puzzle kehidupan kita

Agar tidak ada satu keping pun bagian puzzle kehidupan kita yang hilang

Percayalah nak…

Sepi dan ranamu adalah sebagian duka ibu

Percayalah nak…

Engkau adalah selalu menjadi belahan nyawa ibu…

 

 

puisinya diambil dari sini http://www.urtaz.com/2013/04/puisi-ibu-untuk-anaknya.html

this post dedicated for my baby… :*

21 thoughts on “Anakku, Andai Bunda Bisa Memilih

  1. fanny fristhika nila says:

    Kdg2 aku ngerasain yg sama mba… Tapi kalo disuruh milih kerja kantoran ato IRT, aku definitely milih kerja kantoran.. Bkn ga sayang ama si baby, tp krn aku tau pasti krja di rumah bukan sesuatu yg aku suka. jd drpd akunya sndiri stress, marah2 trs dan nyuekin si baby, bgusan aku ttp ngantor, dan kehidupan di rumah ttp adem tentram🙂

  2. Eka Novita says:

    Salam kenal mbak Fitri, hidup emang pilihan ya mbak dan sungguh tidak sesederhana yg kita harapkan. InsyaAllah Danish kalo udh gede juga akan mengerti🙂

    • fitrimelinda says:

      salam kenal kembali mba eka..

      iya mba, hidup memang penuh dengan pilihan2 yang harus kita pilih..

      amiin semoga saja danish nanti bisa mengerti pilihan bundanya..😉

  3. mrsmuhandoko says:

    Halo mbak, salam kenal. Aku belum memasuki fase motherhood nih, tapi sepertinya nanti akan mengalami kegalauan yg sama dengan mbak fitri. Skrg pun udah kepikiran sih, nanti kalau punya anak, dia sama siapa kalo pas aku kerja. Sedang melepas kerja juga masih jadi pilihan sulit🙂 apalagi di luar sana serem kali ya mbak, mommy war antara ibu pekerja dan ibu yg stay at home. Semangat mbak. Semoga dilancarkan segala urusannya🙂

    • fitrimelinda says:

      halo juga mba..salam kenal kembali ya..🙂
      hehehe..iya, banyak banget tuh yang war diluar sana..tapi cuekin aja lah ya..yang jalanin kita..😀
      amiin..makasi doa nya mba🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s