You better get the best

Menjadi sebuah opsi dalam kehidupan seseorang itu sangat tidak menyenangkan, disaat orang tersebut malah menjadi the one and only dalam hidupmu.
Tapi, bukankah kamu yang bodoh? Sudah tahu kamu hanya menjadi sebuah opsi tetap saja masih bertahan di posisi itu. Bukankah sebaiknya kamu pergi dan berusaha menemukan orang yang akan menjadikan kamu the one and only dalam hidupnya. You better get the best one.
Tapi terkadang masalah hati sanggup membuat orang yang pintar pun menjadi bodoh dalam menentukan pilihan bukan? *ah..aku rasa itu hanya sebuah alasan pembenaran atas pilihanmu*
Nasehatku : sudah, lupakan saja orang tersebut. Mulai lah menjalani dan menemukan orang yang baru yang bisa menghargai keberadaan kamu, yang bisa menghargai perasaanmu, yang akan menjadikan kamu satu-satunya pilihan didalam hidupnya. Mungkin tak mudah, tapi aku tahu kamu pasti bisa melewatinya.

*ini aku posting apaan sih??hahaha*

Pamit

image

Ada seribu senja yang aku pandangi dalam ramai manusia.Tanpamu, tak bermakna.
Ada jutaan kata yang sudah aku bungkus rapi di hatiku,
namun semua pupus di dalam matamu.

Bagimu,
aku hanya bayang yang tak pernah menjelma nyata,
tak terlihat, bahkan dalam terang

Aku,
hanya figuran dalam kehidupanmu,
tak ternilai di hatimu

Aku pamit,
namun, ijinkan satu hal,

Tetap biarkan aku melihat senyummu dari kejauhan.
Itu saja, 

: Terima kasih untukmu, Lelaki senja :)

By.cappucinored

Jodoh

fitrimelinda:

aku juga pernah bertanya seperti ini..

Originally posted on The Blings of My Life:

Pernahkah bertanya, siapa jodohmu?
Siapa lelaki yang tengah melakukan kembaranya, mencarimu?

Pernahkah bertanya, seperti apa rupanya?
Lelaki sederhana dengan kaos berantakan, atau dia yang rapih dengan kemejanya?

Pernahkah bertanya, darimana ia berasal?
Sedang apakah dia sekarang, di malam-malam kamu menyelipkan doa untuk bertemu dengannya?

Pernahkah bertanya, bagaimana kalau dia tersesat dalam kembaranya, dan berharap bisa memberinya alamat menuju hatimu?

Pernahkah sempat marah karena dia tak kunjung datang padamu dan kamu mulai lelah menunggu?

Pernahkah menangis karena merasa sendirian dan bertanya, “Apakah dia juga sedih karena tak kunjung bersamaku?”

Pernahkah kemudian meragu kalau garis jodoh tak pernah terlukis di telapak tanganmu?

Pernahkah kamu ingin mengintip nama yang tertulis di tulang rusukmu, milik siapakah itu?

Pernahkah kamu memimpikan seseorang, yang tak pernah kamu kenal, tapi kamu tahu kalau kamu mencintainya dengan sungguh?

Hey,
Kamu tak sendiri.

Aku pernah membayangkan rupa lelaki yang bakal bersamaku, kelak.

Dia bukan lelaki rapi dan rupawan, tapi…

View original 137 more words